Kontak Saya Content Placement | Job Review | Jasa Design Web

Mengenal dan Mengetahui Cara Kerja Multitester

Mengenal dan Mengetahui  Cara Kerja Multitester | Multitester atau multimeter merupakan alat pengukuran elektronik yang menggabungkan beberapa fungsi pengukuran dalam satu unit. Pada umumnya multitester dapat mengukur tegangan, arus dan resistansi. Multitester analog menggunakan mikroammater dengan penunjuk yang bergerak untuk menampilkan pembacaan. Sedangkan multitester digital memiliki tampilan angka dan dapat menampilkan bar grafik yang menunjukkan nilai yang diukur. Multitester digital kini lebih banyak digunakan karena harga dan keakuratannya. Tetapi pada beberapa kasus multitester analog menjadi pilihan, contohnya ketika memantau nilai yang bevariasi secara cepat.

Suatu multitester dapat digunakan untuk mencari penyebab masalah listrik pada banyak perangkat industri dan perangkat rumah tangga seperti peralatan elektronik, pengendali motor, perkakas rumah tangga, catu daya dan sistem rangkaian listrik.

Multitester tersedia dalam beragam fitur dan harga. Harga multitester yang murah bisa kurang dari Rp 100 ribu, bahkan ada yang hanya Rp 50 ribu. Sementara model untuk tingkat laboratorium dengan kalibrasi yang disertifikasi, harganya bisa lebih dari Rp 30 juta.

Di toko online, Anda bisa menemukan multitester dalam berbagai merk. Nah, biasanya merk yang sering digunakan adalah Sanwa dan Krisbow. Harga multitester Sanwa mulai dari Rp 195 ribuan sampai Rp 8 jutaan.

Kerja Multitester

ralali.com MULTISTER

Multitester merupakan gabungan dari beragam rentang voltmeter DC, voltmeter AC, Ampere meter, dan ohm meter. Suatu multitester analog tanpa penguat menggabungkan suatu pergerakan meter, resistor variabel dan saklar.

Untuk pergerakan meter analog, tegangan DC diukur dengan resistor seri yang dihubungkan antara pergerakan meter dan rangkaian yang diuji. Suatu saklar (biasanya saklar putar) memungkinkan resistansi yang lebih besar untuk dimasukkan dalam seri dengan pergerakan meter sehingga memungkinkan pembacaan rentang tegangan yang lebih tinggi. Gabungan dari arus pembelokan skala penuh dasar dari pergerakan, jumlah dari resistansi seri terpilih dan gerakan resistansi internal itu sendiri memungkinkan suatu arus yang menghasilkan gerakan dari indikator meter. Sehingga memberikan pembelokan yang proporsional terhadap tegangan yang dibaca. Sebagai contoh, pergerakan meter yang membutuhkan 1 mA untuk pembelokan skala penuh dengan suatu resistansi 500 ohm, pada rentang multitester 10 volt memiliki resistansi seri 9.500 ohm.

Pada rentang arus analog, shunt resistansi rendah yang sesuai dihubungkan secara paralel dengan pergerakan meter untuk mengalihkan sebagian besar arus di sekitar kumparan. Lagi-lagi untuk kasus hipotesis 1 mA, pergerakan 500 ohm pada rentang 1 ampere, resistansi shunt akan hanya di atas 0,5 ohm.

Perangkat kumparan bergerak dapat menanggapi hanya pada nilai rata-rata arus yang melaluinya. Untuk mengukur arus bolak balik yang berubah naik dan turun secara berulang-ulang, maka dimasukkan suatu penyearah dalam rangkaian, sehingga setiap setengah siklus negatif diinversi, hasilnya bervariasi dan tegangan DC tidak nol yang memiliki nilai maksimum setengah dari tegangan puncak ke puncak AC, dengan asumsi bentuk gelombang yang simetris. Karena nilai rata-rata yang disearahkan dan nilai akar dari bentuk gelombang hanya sama dengan gelombang kuadrat, maka rangkaian jenis penyearah sederhana hanya dapat dikalibrasi untuk bentuk gelombang sinusiodal.

Bentuk gelombang lain membutuhkan faktor kalibrasi yang berbeda agar dapat berkaitan dengan RMS dan nilai rata-rata. Rangkaian jenis ini biasanya memiliki rentang frekuensi yang cukup terbatas. Karena penyearah praktis memiliki tegangan jatuh tidak nol, keakuratan dan kepekaan akan buruk pada nilai tegangan AC rendah.

Itulah artikel tentang Mengenal dan Mengetahui  Cara Kerja Multitester, demikianlah sekilas mengenai cara kerja multitester analog ketika digunakan mengukur tegangan yang saya tulis

Komentar Lewat Facebook

Komentar

Scroll Up